Investigasi Bantuan Baznas TD, Wartawan R Diduga Tekan Pemberi Bantuan Lewat Pesan WhatsApp - MATA DEWA

Jumat, 23 Januari 2026

Investigasi Bantuan Baznas TD, Wartawan R Diduga Tekan Pemberi Bantuan Lewat Pesan WhatsApp

TANAH DATAR | Hubungan antara seorang wartawan berinisial R dengan Ketua Baznas TD kini menuai sorotan serius. Berdasarkan penelusuran dan keterangan yang diperoleh, wartawan R diketahui sudah berulang kali meminta bantuan kepada Ketua Baznas TD, dengan alasan kebutuhan pribadi hingga kebutuhan mendesak sehari-hari.

Permintaan bantuan tersebut tidak hanya terjadi satu kali. Ketua Baznas TD disebut telah beberapa kali memberikan bantuan, baik dalam bentuk uang maupun kebutuhan pokok, sebagai wujud empati dan kepedulian kemanusiaan, tanpa embel-embel kepentingan apa pun.

Bahkan, pada salah satu kesempatan, wartawan R diduga meminta bantuan pada malam hari untuk membeli beras. Permintaan itu kembali dipenuhi. Ironisnya, keesokan paginya, wartawan R kembali menghubungi Ketua Baznas TD dan kembali meminta bantuan, yang sekali lagi tetap diberikan.

Namun hubungan yang semula bernuansa kemanusiaan itu mendadak berubah. Ketua Baznas TD mengaku terkejut setelah menerima pesan WhatsApp dari wartawan R yang isinya diduga bernada ancaman dan tekanan psikologis.

Pesan tersebut dinilai tidak pantas dan jauh dari etika profesi jurnalistik. Alih-alih menjunjung nilai independensi dan integritas, sikap wartawan R justru memunculkan dugaan adanya upaya menekan pihak yang selama ini telah membantu secara sukarela.

Sumber internal menyebutkan, pesan tersebut berisi kalimat yang dapat ditafsirkan sebagai peringatan terselubung, seolah-olah bantuan yang telah diberikan sebelumnya kini dijadikan alat tawar atau bahkan alat tekanan.

Jika dugaan ini benar, maka tindakan tersebut berpotensi mencederai marwah pers dan menciptakan preseden buruk dalam hubungan antara lembaga sosial dan insan media. Bantuan kemanusiaan semestinya tidak berubah menjadi alat intimidasi.

Ketua Baznas TD sendiri dikenal sebagai sosok yang terbuka dan responsif terhadap masyarakat yang membutuhkan. Namun dalam kasus ini, sikap tersebut justru diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sejumlah pihak menilai, dugaan ancaman melalui pesan pribadi ini perlu ditelusuri lebih jauh. Tidak hanya menyangkut etika jurnalistik, tetapi juga potensi pelanggaran hukum apabila unsur ancaman terbukti secara nyata.

Kasus ini juga menjadi peringatan keras bagi lembaga-lembaga sosial agar lebih berhati-hati dalam menyalurkan bantuan personal di luar mekanisme resmi, demi menghindari potensi penyalahgunaan dan tekanan di kemudian hari.

Di sisi lain, publik berharap organisasi pers dan Dewan Pers dapat ikut memantau kasus ini. Profesionalisme wartawan menjadi taruhannya, terlebih jika benar bantuan kemanusiaan dipelintir menjadi alat kepentingan pribadi.

Hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi resmi dari wartawan R terkait pesan WhatsApp yang diduga mengandung ancaman tersebut. Ketua Baznas TD disebut sedang mempertimbangkan langkah lanjutan sesuai aturan dan hukum yang berlaku.


Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan keterangan dan penelusuran awal. Redaksi membuka ruang hak jawab kepada semua pihak terkait guna menjunjung asas keberimbangan dan akurasi informasi.

TIM

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda